Tentang Pesugihan Tuyul

Tuyul ini kira-kira tingginya 5cm – 6cm,
tuyul ini dapat dilihat dan diajak ngobrol oleh
majikannya saja. Bagaimana merawatnya?
Mudah sekali, tuyul ini tidak merepotkan karena
tuyul ini tidak membutuhkan kamar khusus atau
mainan anak-anak. Tuyul ini hanya butuh lima
tetes darah manusia golongan O atau AB. Harga
maharnya kami patok 5 Juta.”
Tuyul hidup di berbagai tempat yang angker dan
yang paling disukai adalah ditempat-tempat yang
jauh dari rumah-rumah ibadah. Di sisa-sisa
reruntuhan bangunan tua, maupun di tempat-
tempat yang dikeramatkan orang.
Tuyul, adalah salah satu jenis mahluk halus
berwujud anak-anak balita. Sebenarnya, tuyul ini
tidak ingin dipekerjakan oleh manusia. Dia hanya
bermain-main, sama seperti sifat khas yang
dimiliki anak kecil yang suka iseng dan ingin
mencoba segala hal sebagaimana balita pada
umumnya.
Nah, ini lagi repotnya manusia. Sudah mengerti
masih anak anak kok tega-teganya dipekerjakan?
Apa ini bukan melanggar hukum alam wadag
maupun gaib? Jelas melanggar, sehingga pasti
nantinya si manusia dan juga si makhluk halus ini
mendapatkan akibat dari tidakan melanggar
hukum.
Dengan sebuah ritual khusus seorang paranormal
menembus wahana gaib dan kemudian
berkomunikasi dengan sang tuyul. Ada
kesepakatan antara dua makhluk Tuhan ini bila
masing-masing mau dan saling membantu. Bila
permufakatan sudah oke, maka masing-masing
pihak harus tahu diri dan mentaati aturan yang
berlaku.
Salah satu yang diminta oleh tuyul adalah
“ tumbal”. Ini memang syarat utama dalam
permufakatan tersebut. Tumbal dalam pesugihan
ini bisa bermacam-macam tergantung
permufakatan. Namun biasanya, bila tuyulnya
profesional maka dia akan meminta tumbal
kematian dari para sahabat, saudara, bahkan
anak-anaknya sendiri.
Ada pula jenis pesugihan lain yaitu Nyi Roro
Kembar Sewu dimana tumbal yang dimintanya
bukan kematian, tetapi si tumbal akan menjadi
gila atau lebih tepatnya berprilaku seperti anak
idiot. Ini dikarenakan bertukarnya jiwa si tumbal
dengan salah satu anak dari Nyi roro kembar
sewu yang harus dirawat dan diasuh layaknya
anak sendiri. Jenis pesugihan ini sangat rumit. Nyi
Roro Kembar Sewu hanya meminta jiwa seorang
lelaki dewasa dengan ciri-ciri husus, lelaki ini biasa
di sebut dengan sebutan “lanang panduso”.
Salah satu yang diminta tuyul adalah sebuah
ruangan atau kamar khusus. Seperti ritual-ritual
pesugihan lain, ritual ini juga mewajibkan si
pelaku pesugihan untuk menyediakan kamar
khusus di dalam rumah. Di dalam kamar, perlu
dipersiapkan satu ranjang tempat tidur lengkap
dengan kelambunya. Satu meja tempat sesaji
dengan ukuran tinggi meja kurang lebih setinggi
lutut. Tempat uang seperti bakul tempat nasi. Di
dalam kamar khusus ini warna hijau haruslah
dominan dari warna lainnya pada seprei, sarung
bantal, kelambu, taplak meja dan sebagainya
dengan warna hijau.
Salah satu yang perlu disediakan dalam kamar
adalah adanya dolanan anak-anak, seperti cermin,
dakon, boneka-boneka kayu dan lain-lain. Tuyul
juga sangat suka untuk diajak gojek dan bermain-
main. Setiap hari, pemelihara tuyul diharapkan
agar membawa tuyulnya berjalan-jalan agar si
tuyul kerasan dan senang.
Setiap hari, kita harus memberinya makan berupa
bubur yang merupakan makanan pokok mereka,
serta sesajen dan kemenyan. Tuyul bekerja pada
seorang majikan sebenarnya karena terpaksa
karena tuyul sebenarnya masih belum ingin
bekerja, dia memiliki sifat yang sama dengan
balita pada umumnya yang ingin bermain.
Adapun tuyul memiliki sifat yang sama seperti
anak-anak normal biasa dimana dia harus
mencari induk semang sebagai ibu kandungnya.
Si induk semang perlu memperlakukan dia
sebagaimana anaknya sendiri, bahkan harus rela
untuk lebih mencintai tuyul dibanding anaknya
sendiri. Tuyul oleh karena itu juga perlu diberi air
susu dan kebutuhan-kebutuhan biologis yang
lain.
Salah satu khasanah mistik lain di dunia
pertuyulan adalah istilah memet. Memet adalah
tuyul dari jenis yang lebih pintar dan bentuk
berbeda dengan tuyul kebanyakan. Memet
memiliki dua buah taring sementara tuyul biasa
tidak ada. Selain itu, memet dapat berlari lebih
cepat dari pada tuyul biasa. Paranormal biasanya
mengakui sulit untuk menangkap memet karena
sifatnya yang gesit ini.
Tip dan teknik memiliki tuyul di antaranya: Jangan
menyuruh mencuri uang di Bank karena di setiap
bank telah ada perewangan atau jin penjaganya.
Jangan menyuruh mencuri uang di lingkungan
tempat tinggal kita karena jika ada tetangga yang
tahu kita bisa malu dibuatnya. Jangan menyuruh
mencuri uang di toko emas karena di setiap toko
emas terdapat jimat tolak bala. Suruhlah mencuri
di tempat perbelanjaan /mall atau ATM yang ada
di mall karena ditempat seperti itu banyak peluang
dan aman dari pagar gaib.
KESIMPULAN
Kesepakatan antara manusia dan makhluk halus
selalu saja ada untung ruginya. Untungnya,
manusia bisa kaya mendadak dan tanpa kerja
keras dan banting tulang. Tuyul setiap hari sudah
menyediakan uang untuk mencukupi kebutuhan
hidup kita. Dengan kekayaan, status sosial akan
cepat meningkat dan bisa membeli “kebahagiaan”
termasuk menjadi politikus terpandang, juga
wanita cantik, seksi dan aduai yang selama ini
diidam-idamkan.
Namun kerugiannya yaitu orang yang
memelihara tuyul akan mendapatkan kesulitan
saat menjelang ajal. Dia akan sekarat yang lama
dan rasa sakit yang luar biasa, sebuah kematian
yang pelan-pelan dan sangat menyakitkan.
Hukuman dunia lain pun juga tidak kalah
mengerikan. Anda juga perlu waspada dengan
hadirnya orang-orang waskita dan sakti yang siap
untuk berperang dan membuat celaka hidup
Anda. Maka, waspadalah..waspadalah dan
waspadalah!
Ditinjau dari segi religiusitas, mereka yang
memelihara tuyul akan mendapatkan kerugian.
Pertama, pemelihara tuyul jauh dari prinsip-
prinsip spiritualitas yang harusnya dipegang
teguh seperti harus sabar, nrima, eling dan
waspada. Menjauh dari prinsip spiiritualitas lintas
agama, akan mengakibatkan kita hidup di dalam
pusaran energi dunia yang tiada berujung
pangkal. Keruwetan demi keruwetan harus
ditanggung demi untuk memenuhi keinginan.
Keinginan sifatnya sementara, karena setelah satu
keinginan terpenuhi akan muncul keinginan baru
yang lebih besar. Bila kita tidak memiliki kendali
atas keinginan, otomatis kita selalu merasa miskin
dan ini siksaan batin.
Kedua, Tuhan tidak akan memberi kemuliaan
hidup bagi manusia yang tidak mau berusaha
keras. Berpangku tangan menunggu datangnya
uang setoran dari para tuyul ibarat menunggu
datangnya rahmat dan hidayah Tuhan tanpa siap
untuk bersusah payah. Ingat Serat Wedhatama:
ngelmu iku kalakone kanthi laku.

➡️ UNTUK LEBIH JELASNYA SILAHKAN MINTA BIMBINGAN DAN KONSULTASI DENGAN MASTER EYANG COMBOR

⬇️ HUBUNGI KONTAK DI BAWAH !!!