TASBIH KALIMASADA

Dimaharkan Tasbih Kalimasada
Kegunaan Tasbih kalimasada:
Tasbih Kayu kalimasada mengandung tuah yang berguna sebagai sarana Kewibawaan.
Tasbih Kayu kalimasada dalam situs website milik master eyang combor dapat Meningkatkan Aura Kewibawaan dalam diri Anda. Sehingga bawahan maupun orang-orang yang berada di sekitar Anda akan merasa lebih rendah ketika menatap mata Anda. Intruksi dan perintah yang Anda berikan akan lebih mudah diterima dan dilaksanakan. Dengan sarana Tasbih Kayu kalimasada ini Anda akan menjadi sosok yang disegani dan dihormati.
Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin menjadi sosok yang Berkharisma dan Disegani, sarana Tasbih Kayu kalimasada merupakan pilihan yang tepat. Tanpa Anda sadari, orang-orang disekitar Anda akan tunduk terhadap pandangan Anda.
Seputar Tasbih Kayu kalimasada adalah sejenis kayu yang berwarna gelap, ringan, dan berserat mirip kayu Sono Keling. Bagian terbaik kayu kalimosodo adalah dari pinggir batangnya yang keras dan belang hitamnya rapat, bukan tengah batangnya. Semakin ke tengah kayu ini akan semakin muda warnanya dan semakin lunak. Tuah alami kayu Kalimasada sangat pas bagi pemimpin yang ingin menjadi pemimpin yang bijak dan berkharisma.
Master Eyang Combor menyediakan kayu kalimasada dalam bentuk tasbih yang bisa Anda pakai kemana-mana. Media kayu lebih praktis dijadikan pegangan/ageman maupun sebagai pemancar energi metafisika karena sifatnya yang tidak memiliki pantangan tertentu saat membawanya. tasbih Kayu kalimasada telah melalui sederetan ritual pengisian energi yang dilakukan oleh master eyang combor sehingga memiliki tuah kewibawaan tingkat tinggi.
Proses Pengisian Energi Tasbih Kayu kalimasada
Sebelum melakukan pengisian energi ke dalam Tasbih Kayu kalimasada , Master Eyang Combor melakukan tapa brata di Pesanggrahan Gua Siluman. Pesanggrahan Gua Siluman terletak di wilayah Wonocatur, Sleman. Gua Siluman seringkali dijadikan sebagai tempat kalangan keraton melakukan ritual dan bersemedi. Sehingga aura mistis di tempat ini sangat terasa sekali.
master eyang combor melakukan Laku Mutih Milang Kepel
selama 30 hari di tempat ini. Laku Mutih Milang Kepel adalah pelaksanaan Puasa Mutih, Puasa Ngepel dan Puasa Patigeni yang dirangkum menjadi satu. Selama tujuh hari berturut-turut, master eyang combor menjalankan puasa mutih setiap harinya. Saat sahur dan berbuka, Master Eyang Combor hanya memakan satu kepel (satu genggaman) nasi dan air putih saja. Selepas hari ketujuh, master eyang combor melakukan Poso Patigeni. Pada pukul 02.00-04.00 dini hari master eyang combor melakukan tapa brata di gua ini.
Setiap selesai melakukan tapa brata, Master Eyang Combor menghimpun energi alam semesta dan menyalurkannya ke dalam butir-butir kayu yang membentuk tasbih ini. Sehingga di akhir ritual terdapat 23 butir kayu. master eyang combor menyatukan ke-23 butir kayu tersebut menjadi sebuah Tasbih Kayu kalimasada.
Keistimewaan Tasbih Kayu kalimasada
Perlu Anda ketahui bahwa Anda mungkin akan menjumpai Tasbih Kayu kalimasada di tempat lain, namun Anda tidak akan mendapatkan Tasbih Kayu kalimasada dengan kegunaan tuah yang sama dengan yang ada dalam situs ini. Selain itu, Tasbih Kayu kalimasada yang ada pada umumnya tidak melalui serangkaian proses pengisian energi dan penetralisasian. Padahal proses pengisian energi dan penetralisasian sangat penting. Sebab, dengan proses pengisian energi, maka tuah yang terkandung di dalamnya akan berlipat ganda kekuatannya. Sementara proses penetralan penting adanya untuk menghilangkan energi negatif yang ikut terbawa di dalam Tasbih Kayu kalimasada.